analoveread
Minggu, 21 Februari 2016
Video : Mengenalkan Batik kepada Anak
Batik merupakan salah satu Identitas Bangsa Indonesia. Dulu bagi sebagian besar orang Indonesia, mengganggap bahwa batik hanya pantas digunakan pada acara tertentu yang terkesan resmi, seperti upacara adat atau saat pernikahan. Sekarang penggunaan batik semakin meluas dan semakin banyak orang yang mengenakan batik dalam berbagai kesempatan dan waktu.
Salah satu langkah yang diambil pemerintah dalam mengenalkan batik sebagai budaya bangsa adalah dengan menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai hari batik nasional. Batik bukan hanya untuk orang Jawa, setiap orang dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri pun kini merasa bangga menggunakan batik ini artinya karya bangsa Indonesia diakui dunia. Hampir semua temen saya di kantor punya batik dan dipakai tidak harus hari Jumat lho,,, bisa hari lain. ^_^
Bagaimana cara mengenalkan batik kepada anak-anak? Menciptakan lagu bertema Hari Batik Nasional adalah ide cemerlang yang digunakan oleh Myhommy Day Care yaitu tempat dimana anak saya menghabiskan waktu selama saya bekerja.
Pengen tahu seperti apa lagunya?? Tinggal play saja link yang sudah saya sertakan dibawah. Jangan lupa Like, Share & Subscribe yaa ^_^
Rabu, 10 Februari 2016
Novel : DILAN “Dia adalah Dilanku tahun 1990”
Judul : DILAN “DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1990”
Penulis : Pidi Baiq
Penerbit : PT.Mizan Pustaka
Cetakan : XIII Juli 2015
Tebal Buku : 332 Halaman
ISBN : 978-602-7870-41-3
---
"Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja" (Dilan, 1990)
"Milea, jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti, besoknya, orang itu akan hilang" (Dilan, 1990)
"Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli" (Milea, 1990)
Sebelum baca novel ini, saya pikir saya sudah terlalu tua untuk bisa menikmati lagi novel-novel teenlit macem ini. Awalnya tau novel ini dari temen sekantor, katanya saya pasti suka karena bikin nostalgia jaman-jaman SMA dulu. Karena penasaran ya sudahlah akhirnya saya pinjam, dan ternyata setelah baca, beneran sukaaaaa banget, sampai berasa gak ikhlas mau buru-buru balikin >.<
Dilan adalah sebuah novel remaja yang ditulis Pidi Baiq dengan menyajikan beberapa perbedaan mencolok dari novel remaja kebanyakan. Setting waktu ceritanya diambil tahun 1990, romansa percintaan anak SMA di tahun tersebut benar-benar sederhana dan klasik tanpa terkontaminasi Gadget.
Tokoh perempuan utama di novel Dilan adalah Milea dimana dia adalah pacar Dilan. Digambarkan dari sudut pandang Milea, menceritakan bagaimana usaha-usaha Dilan untuk mendapatkan hati Milea dengan cara yang unik tapi jenius sih menurut saya dan tetap meninggalkan kesan romantis. Contohnya, pada saat Milea Ulang Tahun, Dilan menghadiahkan buku TTS yang sudah terisi semua, dengan pesan : "SELAMAT ULANG TAHUN, MILEA. INI HADIAH UNTUKMU. CUMA TTS. TAPI SUDAH KUISI SEMUA. AKU SAYANG KAMU. AKU TIDAK MAU KAMU PUSING KARENA HARUS MENGISINYA.DILAN!" (Hal.72). Kemudian ketika Milea sakit, Dilan menunjukkan perhatiannya dengan mengirim tukang pijat kerumahnya, atau ketika Dilan mengirimkan coklat ke Milea melalui tukan koran dan ketika Dilan kasih surat ke tetangga sebelah rumah Milea isinya bilang minta izin buat suka sama Milea. Bener-bener konyol dan nyeleneh ^_^
Milea mendapat surat pendek dari Dilan. Yang dititipkan lewat Rani. Isi suratnya pendek :
"Pemberitahuan : Sejak sore Kemaren,aku sudah mencintai mu! - Dilan "
---Hal.38---
Dilan minta kertas,lalu ku kasih. Kemudian dia nulis
Informasi :
Daftar orang - orang yang ingin jadi pacarmu :
1.Nandan (kelas 2 Biologi)
2.Pak Aslan (guru olahraga)
3.Tobri (kelas 3 sosial)
4.Acil (kelas 2 fisika)
5.Dilan (manusia)
---Hal.46---
"Mau gak?"
"Mau apa? Nyamuk?" kataku
"Iya.Kamu satu, aku satu"
"Disini juga banyak"
"Disitu juga ada?" tanya Dilan
"Hahaha. Ada tujuh ribu!"
"Di sini mah sedikit" katanya. "Bagi euy"
"Sini kalau mau"
"Di sini nyamuknya preman" kata Dilan
"Kok preman?"
"Iya, pada mabuk" jawab Dilan "Sempoyongan"
"Hahaha minum baygon"
"Merk apa juga mereka mah oke" jawab Dilan, "Ibuku yang beliin. Baik ibuku itu"
"Dibeliin gimana?"
"Iya, dia yang beli obatnya, ke warung buat nyamuk" jawab Dilan
"Hahaha"
"Nyamuk manja, gak bisa beli sendiri"
"Hahaha"
"Buat apa punya sayap"
"Hahaha"
"Percuma"
---Hal.161,162---
"Hey!" kusapa dia dengan suara yang sedikit kubikin agak keras. "Kaget gak?" tanyaku.
"Nanti aja kagetnya"
"Hahaha"
"Sudah pulang sekolah?" tanya Dilan.
"Iya" jawabku. "Tadi aku pulangnya ada yang ngantar lho."
"Diantar angkot?"
"Bukan" kujawab. "Oleh orang yang aku suka. Kucintai"
"Hehehe, pasti kamu senang. Suaramu juga kedengaran seneng gitu"
"Iya dong. Sangat senaaang sekali!" kataku. "Namanya juga diantar orang yang aku suka"
"Hehehe. Pasti begitu"
"Diantar sapa coba?"
"Diantar orang yang kau suka kan?"
"Cemburu dong?!" kataku. "Cemburu gak?"
"Jangan, nanti kamu repot" jawabnya.
---Hal.183---
Motor melaju dengan pelan di jalan Telaga Bodas. Itu saat Dilan akan mengantar aku pulang
“Itu pohon”, kata Dilan di atas motor, sambil nunjuk satu pohon. Dia memang bilang, saat itu, ingin jadi
guideku, katanya biar lebih kenal Bandung
“Wow”, jawabku sambil senyum, pura-pura terperangah seolah aku baru tahu pohon
“Itu langit!”, dia angkat telunjuknya ke atas
“Mendung”
“Iya. Itu Mang Jajang”, Dilan menunjuk tukang dagang di pinggir jalan
“Kamu kenal?”
“Kita namai aja Jajang”
“Ha ha ha”
“Itu uang!”, Dilan nunjuk bapak-bapak yang sedang jalan di trotoar
“Mana?”, kutanya
“Di dalam kantongnya”
“Tahu ada uangnya?”
“Kita anggap begitu”
“Kita anggap uangnya semilyar”
“Jangan, nanti dia kecewa”
“Kenapa?”
“Pas dirogoh, kantongnya kosong”
“Kan kita lagi anggap-anggapan ih!?”
“Dia ingin nyata”
“Ha ha ha”
“Ini kamu”, dia menunjukku dengan mengarahkan telunjuknya ke belakang
“Aku baru tahu”, kataku sambil senyum
“Pemakan lumba-lumba”
“Ha ha ha kamu beneran bilang begitu ke Bunda?”
“Iya”
“Mmm…kamu beneran bilang aku berkumis ke Bunda?”
“Iya”
“Mmmm…..Kamu beneran bilang…..aku pacarmu ke Bunda?’
“Iya”
“Emang kita pacaran?”
“Iya”
---Hal.213,214---
Aku bermaksud kembali ke kamar dengan hati yang sangat riang, ketika tiba-tiba telepon berdering lagi.
Langsung kuangkat dan itu masih telepon dari Dilan.
"Apa" kutanya
"Lupa" jawab Dilan. "Tolong bilang ke ibum"
"Bilang apa"
"Aku mencintai anak sulungnya"
"Hahaha. Tolong bilangin juga ke bunda"
"Apa?"
"Terimakasih sudah melahirkan orang yang aku cintai"
"Siapa?" Dilan nanya
"Ada aja"
"Siapa?"
"Kamu! Ih!" kataku
"Hahaha"
---Hal.284,285---
Proklamasi
Hari ini, di Bandung, tanggal 22 Desember 1990, Dilan dan Milea, dengan penuh perasaan, telah resmi
berpacaran.
Hal-hal mengenai penyempurnaan dan kemesraan akan diselenggarakan dalm tempo yang selama-lamanya.
"Kamu tanda tangan pake materai itu" kata Dilan.
"Oke, Kamu juga?"
"Iya"
---Hal.327---
Dialog-dialog antara Dilan dan Milea sukses bikin saya senyum dan ketawa sendiri, sehingga membuat kita tidak rela kehilangan sosok Dilan dan Milea. Dilan seakan mengajarkan kita untuk berpikir secara sederhana dalam membahagiakan kekasih. Baca novel ini bikin saya kangen pengin baca ulang.
Suasana kota Bandung di tahun 1990 tergambar dengan jelas di Novel ini. Gaya pacaran yang tahun 90an banget diwakilkan oleh sosok Dilan dan Milea. Gaya penulisan yang kocak tapi santai tapi mengena banget di hati, yang pada akhirnya bikin saya jadi ngefans sama Penulis satu ini.
Saya sangat merekomendasikan novel ini kepada kalian yang suka ataupun tidak suka baca novel remaja, dijamin pasti terpesona dengan sosok Dilan. Sebenarnya novel ini punya lanjutan dengan judul yang sangat mirip sekali, yaitu "Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1991". Tapi saya cuma kasih resensi untuk yang novel pertama saja karena saya kurang suka yang kedua, mungkin karena endingnya enggak bahagia :"(
Penulis : Pidi Baiq
Penerbit : PT.Mizan Pustaka
Cetakan : XIII Juli 2015
Tebal Buku : 332 Halaman
ISBN : 978-602-7870-41-3
---
"Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja" (Dilan, 1990)
"Milea, jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti, besoknya, orang itu akan hilang" (Dilan, 1990)
"Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli" (Milea, 1990)
Sebelum baca novel ini, saya pikir saya sudah terlalu tua untuk bisa menikmati lagi novel-novel teenlit macem ini. Awalnya tau novel ini dari temen sekantor, katanya saya pasti suka karena bikin nostalgia jaman-jaman SMA dulu. Karena penasaran ya sudahlah akhirnya saya pinjam, dan ternyata setelah baca, beneran sukaaaaa banget, sampai berasa gak ikhlas mau buru-buru balikin >.<
Dilan adalah sebuah novel remaja yang ditulis Pidi Baiq dengan menyajikan beberapa perbedaan mencolok dari novel remaja kebanyakan. Setting waktu ceritanya diambil tahun 1990, romansa percintaan anak SMA di tahun tersebut benar-benar sederhana dan klasik tanpa terkontaminasi Gadget.
Tokoh perempuan utama di novel Dilan adalah Milea dimana dia adalah pacar Dilan. Digambarkan dari sudut pandang Milea, menceritakan bagaimana usaha-usaha Dilan untuk mendapatkan hati Milea dengan cara yang unik tapi jenius sih menurut saya dan tetap meninggalkan kesan romantis. Contohnya, pada saat Milea Ulang Tahun, Dilan menghadiahkan buku TTS yang sudah terisi semua, dengan pesan : "SELAMAT ULANG TAHUN, MILEA. INI HADIAH UNTUKMU. CUMA TTS. TAPI SUDAH KUISI SEMUA. AKU SAYANG KAMU. AKU TIDAK MAU KAMU PUSING KARENA HARUS MENGISINYA.DILAN!" (Hal.72). Kemudian ketika Milea sakit, Dilan menunjukkan perhatiannya dengan mengirim tukang pijat kerumahnya, atau ketika Dilan mengirimkan coklat ke Milea melalui tukan koran dan ketika Dilan kasih surat ke tetangga sebelah rumah Milea isinya bilang minta izin buat suka sama Milea. Bener-bener konyol dan nyeleneh ^_^
Milea mendapat surat pendek dari Dilan. Yang dititipkan lewat Rani. Isi suratnya pendek :
"Pemberitahuan : Sejak sore Kemaren,aku sudah mencintai mu! - Dilan "
---Hal.38---
Dilan minta kertas,lalu ku kasih. Kemudian dia nulis
Informasi :
Daftar orang - orang yang ingin jadi pacarmu :
1.Nandan (kelas 2 Biologi)
2.Pak Aslan (guru olahraga)
3.Tobri (kelas 3 sosial)
4.Acil (kelas 2 fisika)
5.Dilan (manusia)
---Hal.46---
"Mau gak?"
"Mau apa? Nyamuk?" kataku
"Iya.Kamu satu, aku satu"
"Disini juga banyak"
"Disitu juga ada?" tanya Dilan
"Hahaha. Ada tujuh ribu!"
"Di sini mah sedikit" katanya. "Bagi euy"
"Sini kalau mau"
"Di sini nyamuknya preman" kata Dilan
"Kok preman?"
"Iya, pada mabuk" jawab Dilan "Sempoyongan"
"Hahaha minum baygon"
"Merk apa juga mereka mah oke" jawab Dilan, "Ibuku yang beliin. Baik ibuku itu"
"Dibeliin gimana?"
"Iya, dia yang beli obatnya, ke warung buat nyamuk" jawab Dilan
"Hahaha"
"Nyamuk manja, gak bisa beli sendiri"
"Hahaha"
"Buat apa punya sayap"
"Hahaha"
"Percuma"
---Hal.161,162---
"Hey!" kusapa dia dengan suara yang sedikit kubikin agak keras. "Kaget gak?" tanyaku.
"Nanti aja kagetnya"
"Hahaha"
"Sudah pulang sekolah?" tanya Dilan.
"Iya" jawabku. "Tadi aku pulangnya ada yang ngantar lho."
"Diantar angkot?"
"Bukan" kujawab. "Oleh orang yang aku suka. Kucintai"
"Hehehe, pasti kamu senang. Suaramu juga kedengaran seneng gitu"
"Iya dong. Sangat senaaang sekali!" kataku. "Namanya juga diantar orang yang aku suka"
"Hehehe. Pasti begitu"
"Diantar sapa coba?"
"Diantar orang yang kau suka kan?"
"Cemburu dong?!" kataku. "Cemburu gak?"
"Jangan, nanti kamu repot" jawabnya.
---Hal.183---
Motor melaju dengan pelan di jalan Telaga Bodas. Itu saat Dilan akan mengantar aku pulang
“Itu pohon”, kata Dilan di atas motor, sambil nunjuk satu pohon. Dia memang bilang, saat itu, ingin jadi
guideku, katanya biar lebih kenal Bandung
“Wow”, jawabku sambil senyum, pura-pura terperangah seolah aku baru tahu pohon
“Itu langit!”, dia angkat telunjuknya ke atas
“Mendung”
“Iya. Itu Mang Jajang”, Dilan menunjuk tukang dagang di pinggir jalan
“Kamu kenal?”
“Kita namai aja Jajang”
“Ha ha ha”
“Itu uang!”, Dilan nunjuk bapak-bapak yang sedang jalan di trotoar
“Mana?”, kutanya
“Di dalam kantongnya”
“Tahu ada uangnya?”
“Kita anggap begitu”
“Kita anggap uangnya semilyar”
“Jangan, nanti dia kecewa”
“Kenapa?”
“Pas dirogoh, kantongnya kosong”
“Kan kita lagi anggap-anggapan ih!?”
“Dia ingin nyata”
“Ha ha ha”
“Ini kamu”, dia menunjukku dengan mengarahkan telunjuknya ke belakang
“Aku baru tahu”, kataku sambil senyum
“Pemakan lumba-lumba”
“Ha ha ha kamu beneran bilang begitu ke Bunda?”
“Iya”
“Mmm…kamu beneran bilang aku berkumis ke Bunda?”
“Iya”
“Mmmm…..Kamu beneran bilang…..aku pacarmu ke Bunda?’
“Iya”
“Emang kita pacaran?”
“Iya”
---Hal.213,214---
Aku bermaksud kembali ke kamar dengan hati yang sangat riang, ketika tiba-tiba telepon berdering lagi.
Langsung kuangkat dan itu masih telepon dari Dilan.
"Apa" kutanya
"Lupa" jawab Dilan. "Tolong bilang ke ibum"
"Bilang apa"
"Aku mencintai anak sulungnya"
"Hahaha. Tolong bilangin juga ke bunda"
"Apa?"
"Terimakasih sudah melahirkan orang yang aku cintai"
"Siapa?" Dilan nanya
"Ada aja"
"Siapa?"
"Kamu! Ih!" kataku
"Hahaha"
---Hal.284,285---
Proklamasi
Hari ini, di Bandung, tanggal 22 Desember 1990, Dilan dan Milea, dengan penuh perasaan, telah resmi
berpacaran.
Hal-hal mengenai penyempurnaan dan kemesraan akan diselenggarakan dalm tempo yang selama-lamanya.
"Kamu tanda tangan pake materai itu" kata Dilan.
"Oke, Kamu juga?"
"Iya"
---Hal.327---
Dialog-dialog antara Dilan dan Milea sukses bikin saya senyum dan ketawa sendiri, sehingga membuat kita tidak rela kehilangan sosok Dilan dan Milea. Dilan seakan mengajarkan kita untuk berpikir secara sederhana dalam membahagiakan kekasih. Baca novel ini bikin saya kangen pengin baca ulang.
Suasana kota Bandung di tahun 1990 tergambar dengan jelas di Novel ini. Gaya pacaran yang tahun 90an banget diwakilkan oleh sosok Dilan dan Milea. Gaya penulisan yang kocak tapi santai tapi mengena banget di hati, yang pada akhirnya bikin saya jadi ngefans sama Penulis satu ini.
Saya sangat merekomendasikan novel ini kepada kalian yang suka ataupun tidak suka baca novel remaja, dijamin pasti terpesona dengan sosok Dilan. Sebenarnya novel ini punya lanjutan dengan judul yang sangat mirip sekali, yaitu "Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1991". Tapi saya cuma kasih resensi untuk yang novel pertama saja karena saya kurang suka yang kedua, mungkin karena endingnya enggak bahagia :"(
Selasa, 09 Februari 2016
Novel : Not A Perfect Wedding
Judul : Not A Perfect Wedding
Penulis : Asri Tahir
Penerbit : Elex Media Komputindo
Cetakan : ke Empat, Januari 2016
Tebal Buku : 329 Halaman
ISBN : 978-602-02-7931-2
==========================
Not A Perfect Wedding
==========================
“Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi dia pergi untuk selamanya”
~Raina Winatama~
“Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi aku harus pergi untukselamanya”
~Prakarsa Dwi Rahardi~
“Di hari pernikahan adikku, aku harus menjadi mempelai laki-laki. Menjalankan sebuah pernikahan yang harusnya dilakukan oleh adikku, Prakarsa Dwi Rahardi”
~Pramudya Eka Rahardi~
Membaca prolog novel A Not Perfect Wedding pastinya kita bisa menerawang bagaimana isi ceritanya, apa yang akan terjadi pada tokoh-tokoh di dalamnya.
Sehari sebelum pernikahan, Raina harus kehilangan calon mempelainya. Raka harus pergi untuk selama-lamanya karena sebuah kecelakaan yang membuat dia tidak pernah muncul di hari pernikahan. Lalu bagaimana nasib pernikahan Raina?. Tanpa mengetahui bahwa Raka telah meninggal di hari pernikahan, Raina dengan bahagia datang ke tempat pernikahan, sampai ia menyadari ketika sang ayah menyebut nama Pram bukan Raka pada saat ikrar ijab qabul. Detik-detik sebelum kematiannya, Raka meminta Pram untuk menjadi penggantinya, menggantikan posisinya sebagai mempelai untuk membahagiakan Raina.
Pada awalnya Raina benar-benar tidak suka dengan pernikahannya, tidak menyukai Pram sebagai suaminya. Namun Pram yang telah berjanji pada Raka untuk membahagiakan Raina memilih untuk bertahan. Raina sebagai anak bungsu dengan 2 orang kakak lelaki bernama Arman & Pasha, memiliki sifat yang manja harus berhadapan dengan Pram yang sudah sangat dewasa karena perbedaan usia mereka yang terpaut 10 tahun. Seiring berjalannya waktu, Raina mulai terbiasa dengan kehadiran Pram di dekatnya
Setelah berhasil melewati kesedihannya, Raina dan Pram setuju untuk memulai dari awal kehidupan rumah tangga bersama. Raina kemudian menyadari bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang kehidupan pribadi Pram. Suatu ketika Raina tahu Pram berbohong saat dia bertanya tentang foto lama yang memperlihatkan seorang perempuan bernama Sashi. Ditambah lagi dengan kehadiran Clara rekan kerja sekaligus mantan kekasih Pram semasa bekerja di London menambah konflik dalam kehidupan rumah tangga mereka. Puncaknya adalah kehadiran Sashi, perempuan masa lalu Pram yang membuat Raina cemburu.
"Not a Perfect Wedding" adalah novel yang mengangkat cerita romance tentang pernikahan yang dimulai tanpa adanya cinta. Ketika menikah tanpa cinta ternyata bisa bahagia lho, karena cinta itu bisa dipelajari, cinta itu bisa tumbuh, berkembang dan bertambah besar. Entah mengapa kisah tentang pernikahan sering membuat saya terbawa perasaan dan untungya cerita ini berakhir dengan bahagia. Saya sempat berhenti beberapa kali karena ingin membaca ulang bagian yang saya suka. Tapi tenang saja, walaupun novel ini bergenre pernikahan adegan romantisnya masih dalam level aman kok ^.^
Salah satu kelebihan novel ini, di bagian terakhir, penulis memberikan bonus cerpen tentang bagaimana Arman mendapatkan cinta Nadilla teman masa kecilnya. Masih penasaran sih dengan cerita Pasha, apakah Raina jadi mengenalkan kakaknya ke Arien teman kerjanya.
"Menghilangkan rasa sakit itu bukan dengan menciptakan rasa sakit yang baru. Yang kita perlukan adalah
menghadapinya." – halaman 178
Penulis : Asri Tahir
Penerbit : Elex Media Komputindo
Cetakan : ke Empat, Januari 2016
Tebal Buku : 329 Halaman
ISBN : 978-602-02-7931-2
==========================
Not A Perfect Wedding
==========================
“Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi dia pergi untuk selamanya”
~Raina Winatama~
“Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi aku harus pergi untukselamanya”
~Prakarsa Dwi Rahardi~
“Di hari pernikahan adikku, aku harus menjadi mempelai laki-laki. Menjalankan sebuah pernikahan yang harusnya dilakukan oleh adikku, Prakarsa Dwi Rahardi”
~Pramudya Eka Rahardi~
Membaca prolog novel A Not Perfect Wedding pastinya kita bisa menerawang bagaimana isi ceritanya, apa yang akan terjadi pada tokoh-tokoh di dalamnya.
Sehari sebelum pernikahan, Raina harus kehilangan calon mempelainya. Raka harus pergi untuk selama-lamanya karena sebuah kecelakaan yang membuat dia tidak pernah muncul di hari pernikahan. Lalu bagaimana nasib pernikahan Raina?. Tanpa mengetahui bahwa Raka telah meninggal di hari pernikahan, Raina dengan bahagia datang ke tempat pernikahan, sampai ia menyadari ketika sang ayah menyebut nama Pram bukan Raka pada saat ikrar ijab qabul. Detik-detik sebelum kematiannya, Raka meminta Pram untuk menjadi penggantinya, menggantikan posisinya sebagai mempelai untuk membahagiakan Raina.
Pada awalnya Raina benar-benar tidak suka dengan pernikahannya, tidak menyukai Pram sebagai suaminya. Namun Pram yang telah berjanji pada Raka untuk membahagiakan Raina memilih untuk bertahan. Raina sebagai anak bungsu dengan 2 orang kakak lelaki bernama Arman & Pasha, memiliki sifat yang manja harus berhadapan dengan Pram yang sudah sangat dewasa karena perbedaan usia mereka yang terpaut 10 tahun. Seiring berjalannya waktu, Raina mulai terbiasa dengan kehadiran Pram di dekatnya
Setelah berhasil melewati kesedihannya, Raina dan Pram setuju untuk memulai dari awal kehidupan rumah tangga bersama. Raina kemudian menyadari bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang kehidupan pribadi Pram. Suatu ketika Raina tahu Pram berbohong saat dia bertanya tentang foto lama yang memperlihatkan seorang perempuan bernama Sashi. Ditambah lagi dengan kehadiran Clara rekan kerja sekaligus mantan kekasih Pram semasa bekerja di London menambah konflik dalam kehidupan rumah tangga mereka. Puncaknya adalah kehadiran Sashi, perempuan masa lalu Pram yang membuat Raina cemburu.
"Not a Perfect Wedding" adalah novel yang mengangkat cerita romance tentang pernikahan yang dimulai tanpa adanya cinta. Ketika menikah tanpa cinta ternyata bisa bahagia lho, karena cinta itu bisa dipelajari, cinta itu bisa tumbuh, berkembang dan bertambah besar. Entah mengapa kisah tentang pernikahan sering membuat saya terbawa perasaan dan untungya cerita ini berakhir dengan bahagia. Saya sempat berhenti beberapa kali karena ingin membaca ulang bagian yang saya suka. Tapi tenang saja, walaupun novel ini bergenre pernikahan adegan romantisnya masih dalam level aman kok ^.^
Salah satu kelebihan novel ini, di bagian terakhir, penulis memberikan bonus cerpen tentang bagaimana Arman mendapatkan cinta Nadilla teman masa kecilnya. Masih penasaran sih dengan cerita Pasha, apakah Raina jadi mengenalkan kakaknya ke Arien teman kerjanya.
"Menghilangkan rasa sakit itu bukan dengan menciptakan rasa sakit yang baru. Yang kita perlukan adalah
menghadapinya." – halaman 178
Kamis, 04 Februari 2016
JUAL : Tas Selempang Etphis Canvas
Hai... postingan aku kali ini bertemakan jualan. Kalau ditanya "Jualan apa jeng?", jawabnya "Jualan apa aja yang bisa dijual, asal enggak jual diri ajah." (ih,,apa sih ngawur,, bercanda kelesss xixixixiiii)
Sebenernya yang dijual sih banyak, ada mukena katun jepang, ada HPO dengan berbagai motif & merk dan aneka tas baik anak, remaja sampai dewasa.
Tapi untuk postingan sekarang sesuai judul aku jualan "Tas Selempang Etphis Canvas", bisa buat cowok tapi kalau yang pake cewek juga oke kok.
Pasti sudah banyak yang denger merk Etphis kan? Pabriknya ada di Bandung. Brand lokal Indonesia ini banyak sekali memproduksi tas dengan aneka model yang keren & trendy. Desainnya ada yang bernuansa modern dan vintage, tampilannya elegan jadi kamu tinggal pilih aja bisa merepresentasikan indentitas yang seseuai dengan kamu. Material yang digunakan canvas high quality & kulit asli lho, dijamin awet deh soalnye aku juga pakai tas Etphis, buat kerja pantes, buat jalan-jalan juga oke.
Langsung aja yaa lihat penampakannya :D
1. Etphis Canvas C2015
Harga : Rp.290.000 Disc.20%
Sebenernya yang dijual sih banyak, ada mukena katun jepang, ada HPO dengan berbagai motif & merk dan aneka tas baik anak, remaja sampai dewasa.
Tapi untuk postingan sekarang sesuai judul aku jualan "Tas Selempang Etphis Canvas", bisa buat cowok tapi kalau yang pake cewek juga oke kok.
Pasti sudah banyak yang denger merk Etphis kan? Pabriknya ada di Bandung. Brand lokal Indonesia ini banyak sekali memproduksi tas dengan aneka model yang keren & trendy. Desainnya ada yang bernuansa modern dan vintage, tampilannya elegan jadi kamu tinggal pilih aja bisa merepresentasikan indentitas yang seseuai dengan kamu. Material yang digunakan canvas high quality & kulit asli lho, dijamin awet deh soalnye aku juga pakai tas Etphis, buat kerja pantes, buat jalan-jalan juga oke.
Langsung aja yaa lihat penampakannya :D
1. Etphis Canvas C2015
Harga : Rp.290.000 Disc.20%
2. Tas Etphis Canvas C2021
Harga : Rp.325.000 Disc.20%
3. Tas Etphis Canvas C2022
Harga : Rp.390.000 Disc.20%
Terus gimana cara pesennya ?? Ada 3 option yang aku tawarkan.
1. Bisa langsung order via sms/wa ke 0813-3170-7767 PIN 24e9c068
2. Bisa order melalui facebook : https://www.facebook.com/pojokmukena.surabaya
3. Bisa juga order melalui akun tokopedia : https://www.tokopedia.com/damiaaqilaharrad/tas-selempang-cowok-etphis-c2015?n=1
Selasa, 02 Februari 2016
DIY : Pembatas Buku Sudut
Buat pecinta buku, Pembatas buku itu benda yang wajib dimiliki. Kenapa begitu?? Udah baca halaman sekian, eee...pas mau nandain baru nyadar ternyata gak punya pembatas buku. Terus kalo enggak punya pembatas buku biasanya kita lipat ajah ujungnya, padahal melipat ujung halaman ini berpotensi merusak buku lho.
Makanya daripada dilipat mending bikin pembatas buku sendiri.
Kali ini saya mau bikin pembatas buku sudut, caranya gampang kok. Yuk cekidot!!!
Pertama siapin dulu bahan dan alat yang digunakan
1. Penggaris
2. Pensil/Bulpen
3. Lem Kertas
4. Kertas, boleh kertas origami, kertas kado, kertas koran, dll
Gimana-gimana?? gampang kan ?? Kamu juga bisa bikin kreasi lainnya yang unik dan lucu. Nih aku kasih contohnya :
Buat pecinta buku, Pembatas buku itu benda yang wajib dimiliki. Kenapa begitu?? Udah baca halaman sekian, eee...pas mau nandain baru nyadar ternyata gak punya pembatas buku. Terus kalo enggak punya pembatas buku biasanya kita lipat ajah ujungnya, padahal melipat ujung halaman ini berpotensi merusak buku lho.
Makanya daripada dilipat mending bikin pembatas buku sendiri.
Kali ini saya mau bikin pembatas buku sudut, caranya gampang kok. Yuk cekidot!!!
Pertama siapin dulu bahan dan alat yang digunakan
1. Penggaris
2. Pensil/Bulpen
3. Lem Kertas
4. Kertas, boleh kertas origami, kertas kado, kertas koran, dll
Sumber : http://www.penerbitspring.com/blog/26/membuat-galeri-pembatas-buku-dan-pembatas-buku-lucu/
Sumber : http://genuinemudpie.ca/2011/05/27/a-quick-cup-of-tea/
Sumber : http://www.bintang.com/lifestyle/read/2263630/iseng-nunggu-waktu-tarawih-bikin-pembatas-buku-unik-yuk
Langganan:
Komentar (Atom)




















